MAPALA - MIPALA FMIPA UNTAN

SELAMAT DATANG.

Motto Organisasi MIPALA

Alam adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati seseorang Alam tidak akan hidup tanpa adanya orang-orang yang berfikir dan menghargainya.

IKRAR MIPALA

Kami menjadi satu dalam nafas Pencinta Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura dan rela berkorban dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akademis, baik di dalam maupun di luar kampus.

Organisasi MIPALA

Alam adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati seseorang Alam tidak akan hidup tanpa adanya orang-orang yang berfikir dan menghargainya

Underwater

Menikmati keindahan laut siapa yang tidak ingin namun semua tergantung kesiapan kawan-kawan,Dasar Snorkling, yang biasa juga disebut dengan skin diving harus dimiliki.

Kalimantan Memiliki Spesies Langka Katak Tanpa Paru-Paru

Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
B. kalimantanensis
Barbourula kalimantanensis
Iskandar, 1978


Katak kepala-pipih kalimantan (Barbourula kalimantanensis) adalah sejenis kodok dari suku Bombinatoridae. Katak yang langka ini merupakan satu-satunya jenis katak di dunia yang diketahui tidak memiliki paru-paru; meskipun ketiadaan paru-paru ini juga ditemui pada beberapa jenis amfibi lainnya seperti pada salamander dan juga sejenis sesilia.
Katak yang berukuran sedang; jantan dengan panjang tubuh 68 mm dan betina 77 mm. Kepalanya memipih datar, dengan moncong yang lebar membundar.
Tungkai depan dan belakang dengan selaput renang penuh hingga ke ujung-ujung jarinya yang sedikit membenjol. Jari-jari yang ketiga dan keempat di kaki sama panjang, sebagaimana pula jari-jari kedua dan ketiga di tangan. Sisi luar jari tangan dengan sibir kulit sempit. Demikian pula di sepanjang sisi tubuh dan tungkai belakang. Punggungnya dengan kulit yang berbingkul-bingkul atau berbintil runcing, kecoklatan atau kehitaman. Gendang telinga (timpanum) tidak nampak.
Katak ini pertama kali dideskripsi pada tahun 1978 oleh Djoko T. Iskandar, seorang pakar herpetofauna dari ITB. Spesimen yang hanya satu-satunya ini ketika itu diperoleh dari sekitar Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat. Meskipun berbagai upaya pencarian telah dilakukan, spesimen yang kedua baru dapat dikoleksi dari tempat yang berdekatan pada tahun 1995.
Mengingat sampai ketika itu hanya dua spesimen yang dipunyai, belum pernah diketahui sebelumnya bahwa spesies ini tidak memiliki paru-paru, karena tidak pernah dilakukan pembedahan atas koleksi yang amat berharga ini. Sampai pada sekitar bulan Agustus 2007, ketika ditemukan lebih banyak spesimen lagi oleh ekspedisi pencarian kembali katak ini. Ketika itupun, ekspedisi mendapatkan bahwa habitat di tempat katak ini ditemukan mula-mula telah habis rusak oleh penambangan emas ilegal, dan justru menemukan dua populasi yang baru di sebelah hulu, di mana air sungai masih jernih dan deras.
Ketiadaan paru-paru katak ini baru diketahui ketika dilakukan pembedahan rongga dada atas delapan spesimen yang baru dikoleksi, dan tidak mendapatkan baik paru-paru maupun celah tekak (glottis) sebagai muara saluran udara di mulut katak. Kerabat terdekatnya, Barbourula busuangensis, nyata-nyata memiliki paru-paru lengkap dengan saluran pernafasannya. Tak adanya paru-paru pada tetrapoda (hewan berkaki empat) sejauh ini diketahui terjadi pada beberapa banyak spesies hewan, semuanya dari amfibia. Yakni pada salamander dari suku Plethodontidae (350 spesies) dan 2 spesies dari genus Onychodactylus suku Hynobiidae, serta dari sejenis sesilia Atretochoana eiselti. Ketiadaan paru-paru pada katak B. kalimantanensis diperkirakan merupakan adaptasi terhadap lingkungannya yang berair deras dan kaya oksigen, dengan memanfaatkan permukaan kulit dan alat tubuh lainnya untuk menyerap oksigen sebaik-baiknya, dan menghilangkan paru-paru yang menjadikan tubuh katak sukar menyelam dan mudah dihanyutkan arus.
Habitat dan penyebaran
Barbourula kalimantanensis hidup sepenuhnya akuatik, di wilayah sungai yang berair dangkal namun jernih, dingin (14–17 °C), deras dan berbatu-batu. Katak ini senang bersembunyi di balik bebatuan di dalam air. Sejauh ini katak kepala-pipih Kalimantan diketahui menyebar terbatas (endemik) hanya di sekitar Nanga Pinoh, Kalimantan Barat. Mengingat kecilnya populasi dan ancaman kerusakan habitat yang dihadapinya, katak ini digolongkan oleh IUCN ke dalam status genting/terancam kepunahan (EN, endangered).
Dalam referensi yang didapat dan melihat ciri-ciri dari bentuk fisik yang di lihat kemungkinan katak yang ditemukan merupakan jenis katak Barbourula kalimantanensis tapi belum bisa disimpulkan bahwa jenis katak tersebut merupakan jenis katak langka. Butuh penelitian lebih lanjut tentang adanya ketak tersebut di sekitaran bukit bawang. 
sumber : http//:id.wikipedia.org

Penyakit Dekompresi


Beautiful Coral Reef, Nusa Penida Bali Indonesia
Beautiful Coral Reef, Nusa Penida Bali Indonesia
PENGANTAR
Penyakit Dekompresi atau dalam bahasa inggris kita sebut sebagai Decompression Sickness adalah suatu keadaan yang paling harus dihindari oleh setiap diver. Secara sederhana dekompresi didefinisikan sebagai suatu keadaan medis dimana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraf. Akibat dari kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke, dimana akan timbul gejala-gejala seperti mati rasa (numbness), paralysis (kelumpuhan), bahkan kehilangan kesadaran yang bisa menyebabkan meninggal dunia.
PERHATIAN:
SCUBA DIVING adalah aktifitas yang relatif aman apabila kita melakukannya sesuai standard prosedur yang telah diajarkan sewaktu mengambil training selam. Itu sebabnya proses training yang baik dan benar sangat PENTING bagi keselamatan kita bersama. Semua bahaya SCUBA DIVING termasuk Dekompresi dapat dihindari hanya dengan langkah yang mudah, Disiplin dan taat pada prosedur adalah kunci untuk melakukan Scuba Diving dengan aman.
TEORI DASAR
Hukum Fisika yang paling mendasari teori dekompresi adalah HUKUM HENRY, dimana hukum tersebut menyebutkan bahwa pada sebuah bejana yang berisi air dan udara, bila tekanan udara ditingkatkan maka akan terjadi pelarutan udara kedalam zat cair tersebut proporsi seiring dengan peningkatan tekanan udara. Saat tekanan dalam bejana tersebut sudah cukup tinggi, apabila tekanan udara dikurangi secara perlahan-lahan, maka gas yang terlarut akan dibebaskan secara perlahan kembali ke udara tanpa membentuk gelembung udara. Lain halnya bila tekanan tersebut dikurangi secara cepat, maka udara yang terlarut didalam zat cair akan dibebaskan secara cepat pula, dan membentuk gelembung udara seperti air mendidih (boiling water).
Teori lainnya yang mendukung teori dekompresi adalah HUKUM BOYLE, yang menyebutkan bahwa semakin tinggi tekanan udara, maka kepadatan molekul udara akan semakin padat pada volume yang sama. Contoh, jika dipermukaan air kita ada sebuah balon yang berukuran 1 Liter berisi satu juta molekul gas, maka pada kedalaman 30 meter, 1 Liter balon gas tersebut akan akan berisi 4 juta molekul gas. Hal ini berarti bahwa semakin dalam kita menyelam maka kita menghirup lebih banyak molekul gas ketimbang saat kita tidak menyelam.
NITROGEN ADALAH BIANG KELADI DARI DEKOMPRESI
Saat kita menyelam, akibat terjadinya peningkatan tekanan, maka udara yang ktia hirup lebih banyak dari biasanya. Seperti kita ketahui bahwa udara yang kita hirup saat menyelam adalah mayoritas Oksigen dan Nitrogen. Peningkatan oksigen yang dihirup akan berdampak positif bagi metabolisme tubuh, namun gas nitrogen tidak digunakan oleh tubuh kita. Maka akibatnya, gas Nitrogen akan terakumulasi didalam tubuh penyelam proporsi dengan durasi menyelam dan kedalaman penyelaman. Dengan kata lain, semakin dalam kita menyelam, semakin lama kita menyelam, maka akumulasi nitrogen didalam tubuh penyelam akan semakin banyak.
BAGAIMANA BISA TERJADI ?
Tubuh manusia adalah obat yang paling manjur bagi dirinya sendiri, tubuh kita memiliki kemampuan menetralisir zat beracun dengan sendirinya. Begitu pula saat tubuh kita mengalami kelebihan nitrogen dalam jumlah yang wajar, tubuh kita bisa me-netralisir dengan sendirinya dalam waktu yang relatif singkat melalui proses respirasi (pernafasan). Sepanjang kita tidak menyelam terlalu lama dan tidak terlalu dalam, serta naik perlahan-lahan sehabis menyelam, maka nitrogen tersebut bukan menjadi masalah.
Masalah terjadi, bila kita naik dengan cepat dari kedalaman tertentu ke permukaan air. Hal ini akan sama kondisinya dengan botol bir yang kita kocok lalu kita buka tutupnya. Nitrogen yang sudah ter-akumulasi didalam cairan tubuh penyelam akan dilepas dalam bentuk gelembung udara (buih) akibat dari penurunan tekanan secara drastis. Buih-buih inilah yang akan menyumbat aliran darah maupun sistem syaraf tubuh manusia. Akibatnya bisa sangat fatal, mirip dengan stroke.
Gejala-gejala dekompresi ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu type pain only yang relatif lebih ringan biasanya menimbulkan rasa sakit di persendian, sakit kepala, gatal-gatal di kulit. Dekempresi yang lebih parah biasanya terjadi jika kita melanggar berat aturan durasi dan kedalaman menyelam atau naik ke permukaan dengan cepat. Dekompresi type 2 ini gejalanya bisa lebih serius meliputi kelumpuhan, kehilangan kesadaran (pingsan), mati rasa, bahkan kematian.
Mengkonsumsi alkohol, keletihan, faktor obesitas, usia, dll. dapat juga meningkatkan resiko dekompresi, namun selama aturan penyelaman pokok yang meliputi naik perlahan-lahan, batas-batas kedalaman, dan batas durasi penyelaman tidak kita langgar, maka kecil sekali kemungkinan menderita dekompresi type 2.
Gejala-gejala Dekompresi biasanya timbul sesaat setelah menyelam atau tertunda sampai maksimal 48 jam. Gejala dekompresi tidak mungkin terjadi setelah melewati 48 jam setelah diving atau setelah naik pesawat, karena dalam waktu sekian lama tubuh sudah menetralisir akumulasi nitrogen akibat menyelam. Dekompresi bukan penyakit menular, dekompresi bukan penyakit menahun, dan teori ini tidak akan pernah berubah.
BAGAIMANA MENGHINDARI PENYAKIT DEKOMPRESI ?
Taati standard prosedur yang tertuang pada Recreational Dive Planner (RDP) atau dive computer, anda akan mempelajari hal tersebut pada training selam anda. Naik ke permukaan secara perlahan-lahan sehabis menyelam dengan kecepatan 18 meter dalam 1 menit. Semua bahaya Scuba diving dapat dihindari hanya dengan hal yang sangat mudah.
Recreational Dive Planner (RDP)
Saat Kursus Diving nanti, anda akan mempelajari bagaimana cara menggunakan Recreational Dive Planner (RDP)
BAGAIMANA SEANDAINYA DEKOMPRESI TERJADI ?
Berilah oksigen murni (100%) pada penyelam yang menunjukan gejala dekompresi sehabis menyelam, hubungi Rumah Sakit yang memiliki fasilitas Hyperbarik (Recompression Chamber). Segera evakuasi korban ke fasilitas hyperbarik terdekat. Gejala-gejala Dekompresi tidak akan membaik sampai si korban mendapatkan terapi hiperbarik.
Didalam Recompression chamber (Hyperbarik), si pasien akan dimasukan kedalam tabung besar, dimana tekanan udara akan ditingkatkan kembali seperti sewaktu kita menyelam. Dengan demikian buih-buih nitrogen yang menyumbat didalam aliran darah akan kembali melarut didalam darah, dan di netralisir secara alamiah oleh tubuh melalui proses pernafasan.
NAIK PESAWAT SETELAH MENYELAM
Nitrogen didalam tubuh kita sehabis menyelam secara umum akan dinetralisir secara sempurna dalam waktu 12 – 24 jam tergantung profil menyelam kita. Bila didalam tubuh kita masih ada akumulasi nitrogen, lalu kita naik pesawat terbang, maka dekompresi masih bisa terjadi akibat perbedaan tekanan udara di permukaan laut dan di ketinggian jelajah pesawat terbang. Oleh sebab itu tunggulah sedikitnya 18 jam sehabis menyelam sebelum naik pesawat terbang.
SEBULAN SETELAH DIVING TRIP, SAYA MERASAKAN NYERI SENDI, APAKAH DEKOMPRESI ?
TIDAK MUNGKIN, Pada penyelaman normal, Secara umum akumulasi nitrogen sudah dinetralisir secara sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam sehabis menyelam. Keadaan tertentu mungkin membutuhkan waktu sampai 48 jam. Jika anda sudah naik pesawat setelah menyelam dan tidak mengalami apa-apa, berarti tubuh anda sudah bebas nitrogen. Anda tidak mungkin mengalami dekompresi lebih dari 48 jam setelah anda turun dari pesawat setelah trip menyelam. Perlu diketahui bahwa, banyak sekali kondisi medis lain yang mirip dengan gejala dekompresi, gunakan logika dalam meng-identifikasi kelainan medis, jika perlu berkonsultasilah dengan ahli medis.

SIRIH MERAH

Nama Umum  : Sirih Merah 
Nama Ilmiah   : Piper crocatum
Familia            : Piperaceae




A. Diskripsi tumbuhan :
Jenis Sirih merah atau dalam bahasa ilmiahnya Piper crocatum merupakan salah satu jenis dari tanaman sirih piper betle yang merupakan tanaman merambat dengan bentuk daun seperti hati berwarna merah biasanya hidup pada daerah dataran tinggi,  sirih merah akan cepat mengering dan zat warna merah yang terdapat pada bagian daun akan perlahan-lahan luntur.
Kandungan Kimia
Kandungan kimia yang terdapat dalam sirih merah diantaranya adalah Flavonoid, Polivenol,alkoloid, tanin, minyak astsiri, saponin, hidroksikaficol, kavicol,kavibetol, allylprokatekol, karvokrol, eugenol, P-cymene, cineole, coryofelen, kadimen, ekstragol, terpenana, dan fenil propoda.
B. Khasiat dan Manfaat
Senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam sirih merah memiliki khasiat sebagai berikut:
Senyawa flavonoid dan polivenol berfungsi sebagai antioksidan, antideabetik, antikanker, antiseptik dan antiflamasi. senyawa alkoloid pada sirih merah juga dapat dimanfaatkan sebagai penghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Suatu penelitian yang dilakukan dengan media tikus putih membuktikan bahwa rebusan daun sirih merah yang diberikan kepada tikus putih yang telah terkena diabetes dapat menurunkan kadar gula dalam darah pada tikus putih tersebut ini membuktikan bahwa Sirih merah dapat digunakan sebagai obat untuk menurunkan kadar gula darah dan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh penderita diabetes militus yang di konsumsi secara rutin. selain berkhasiat sebagai pengontrol dan penurun kadar gula darah dalam tubuh sirih merah juga dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit-penyakit lain seperti Hipertensi, radang lever, radang prostat, radang mata, keputihan maag, kanker payu darah, nyeri sendi dan juga dapat dimanfaatkan sebagai penjaga stamina.
Kandungan senyawa eugenol berfungsi sebagai obat pereda nyeri atau analgetik. kandungan tanin berfungsi sebagai penyembuh sakit perut khusunya diare dan juga dapat digunakan sebagai obat antiseptik pada luka. Sirih merah juga dapat dibudidayakan karena tanaman ini bernilai ekonomis sangat tinggi 4 – 5 lembar daun sirih merah mencapai harga 7 – 15 ribu rupiah sehingga dapat digunakan sebagai mata pencaharian.
Meski kandungan kimia tanaman ini belum diteliti secara detail, dari hasil krematogram diketahui daun sirih merah mengandung flavonoid, senyawa polevenolad, tanin, dan minyak atsiri. Efek zat aktif yang terkandung daun sirih merah dapat merangsang saraf pusat dan daya pikir.
Daun sirih merah memiliki efek mencegah ejakulasi dini, antikejang, antiseptik, analgetik, antiketombe, mengendalikan gula darah, lever, antidiare, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meredakan nyeri. Juga dipercaya mampu mengatasi radang paru, radang tenggorokan, radang gusi, hidung berdarah atau mimisan, dan batuk berdarah.
Ekstrak daun sirih merah juga mampu mematikan jamur Chandida albicans penyebab sariawan. Selain itu, berkhasiat mengurangi sekrasi pada liang vagina, keputihan dan gatal-gatal pada alat kelamin, sekaligus sebagai pembersih luka (efek antiseptik).
Secara empiris ekstrak daun sirih merah dalam pemakaian tunggal atau diformulasikan dengan tanaman obat lain mampu membatasi aneka keluhan. Contohnya gangguan gula darah, peradangan akut pada organ tubuh, luka yang sulit sembuh, kanker payudara dan kanker rahim, leukemia, TBC dan radang hati, wasir, jantung koroner, darah tinggi, dan asam urat.
Hasil penelitian Andayana Puspitasari, Apt., dari Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta, sirih merah mengandung flavonoid, alkoloid, senyawa polifenolat, tannin dan minyak atsiri. Memanfaatkan daun sirih merah ini, selain dalam bentuk segar, bisa juga dengan teknik pengeringan memakai sinar matahari.
Herbalis Bambang Sadewo dalam penjelasannya, rajangan dauh sirih merah yang telah 60 persen kering ditempatkan di tampah yang ditutup dengan kain hitam transparan. Penutupan dengan kain ini agar daun tidak kabur terbawa angin.
Setelah kering benar, daun sirih merah dimasukkan ke dalam kantong plastik tebal transparan atau bening. Tujuannya, agar kualitas sirih merah tetap terjamin dan bisa bertahan hingga satu tahun.  Ramuan sirih merah, tunggal atau campuran Untuk meramu daun sirih merah, menurut herbalis Bambang Sadewo, dapat secara tunggal atau dicampur dengan tanaman obat lain. Berikut beberapa contoh ramuan daun sirih merah untuk beragam gangguan:
berbagai sumber antara lain http://www.kesehatan.kompas.com